18 Mar / 2016

Pondok Pesantren Attauhidiyah Giren Cikura Kab Tegal

Pengalaman saya zaman dahulu saat masih sekolah, saya menjadi santri kalong. Santri kalong adalah sebutan santri yang tidak menetap / tidak tinggal di pondok atau masyarakat yang mengikuti pengajian di pondok. Pondok Attauhidiyyah bertempat di dukuh Giren – Talang – Tegal, dan Cikura – Bojong – Tegal. PonPes Attauhidiyah sekarang diasuh oleh KH. Ahmad bin KH Said bin KH Armia dan adik Kyai Ahmad yaitu KH. Hasani bin KH Said bin KH Armia. Dan saya dahulu rutin mengikuti pengajian di Pondok Giren Talang Tegal.

loading...

Ayah beliau bernama KH. Said bin KH Armia merupakan seorang ulama besar dan waliyulloh yang berasal dari Kabupaten Tegal, Kyai Said bin Kyai Armia wafat pada 20 rajab 1395.

Pondok Pesantren Attauhidiyah Giren Cikura Kab Tegal

Ilmu yang sangat menonjol pada pondok Attauhidiyah ini yaitu pendalaman bidang ilmu tauhid, sehingga sangat membekas pada masyarakat bahwa pondok Giren dan Cikura (Attauhidiyah) adalah pondok tauhid. Ilmu tauhid yang diajarkan diantaranya menggunakan kitab karya Sayyid Abi Abdillah Muhammad bin Yusuf Sanusi al Khasani atau lebih akrab disebut dengan Imam Sanusi dan kitab-kitab Tauhid lain seperti Nuruzh zholam, kipayatul awwam, dll.

KH Said bin KH Armia bin Kurdi

KH Said bin KH Armia bin Kurdi

Pernah diceritakan oleh KH. Hasani  bahwa Al Alamah Syekh Ali Basalamah  (kakek dari Syekh Sholeh Basalamah) selaku mursyid Thoriqoh At-Tijani  Jatibarang – Brebes – Jawa tengah, beliau syech ali basalamah mendengar dari masyarakat bahwa di kabupaten Tegal ada seorang ulama yang mengajar Tauhid karangan Imam Sanusi, beliau datang ke Pondok untuk bersilahturahim pada Kyai Said bin Kyai Armia, sesampainya ditempat beliau melihat KH.Said Bin KH. Armia sedang mengajar pada para santri kitab karangan Imam Sanusi dan di sebelah kanan KH. Said tampak sayyidul wujud Rasululloh SAW dan disebelah kiri KH. Said tampak shohibul kitab yaitu Imam Sanusi RA. Hal ini menunujukan bahwa KH. Said bin KH. Armia memilki derajat kewalian yang tinggi.

Ramadhan Di PonPes Attauhidiyah Giren Tegal

Sudah menjadi rutinitas saat bulan ramadhan, santri pondok banyak yang pulang ke kampung halaman hingga 2 minggu. Namun di pondok attauhidyah Giren bukannya sepi / kosong tanpa santri melainkan ramai diisi kegiatan oleh para santri kalong. Para santri kalong ini mendapat bimbingan dan arahan dari Pimpinan dan Pengasuh Ponpes yaitu KH Ahmad bin KH Said bin KH Armia. Juga ada kegiatan lain yaitu membaca kitab suci Al-Qur’an setelah salat tarawih atau setelah menjalankan sholat fardhlu. Yang sudah menyelesaikan membaca AL-Quran 30 juzz dalam waktu yang ditentukan maka disebut sudah khatam.

Habib Mundzir (kiri) dan KH Ahmad bin Said bin Armia

Habib Mundzir (kiri) dan KH Ahmad bin Said bin Armia

Pada saat acara khataman itu santri mendapat hidangan spesial nasi kebuli yang disediakan oleh pengurus pondok. Nasi ditempatkan pada sebuah nampan kemudian satu nampan tersebut dinikmati lima orang secara ramai-ramai, itu adalah momen yang sangat istimewa dan cukup berkesan pada Pondok Pesantren At-Tauhidiyah.

loading...

Informasi yang digali dari santri senior, makanan nasi kebuli tersebut dibuat dari nasi dengan campuran santan, susu, dan daging kambing. Jika dilihat hanya seperti nasi goreng biasa, namun jika anda merasakan makanan ini maka akan melihat perbedaan yang sangat jauh dari nasi goreng.

Setiap malam pada bulan puasa / ramadhan ribuan orang menjadi santri kalong, karena memang sudah menjadi tradisi warga masyarakat tegal bahwa bulan ramadhan maka menjadi santri kalong Pondok Giren. Para santri kalong datang dan berbuka puasa bersama kemudian sholat tarawih berjamaah, kemudian mendengarkan wejangan dari Syech Ahmad bin Said. Juga diberi ilmu oleh KH Hasani.

Syech said bin armia juga telah menulis kitab tauhid seperti risalah awwal dan risalah tsani (risalah kedua).  Jika yang membutuhkan rekaman mp3 kitab Risalah Awal dari PonPes Attauhidiyah ini, silahkan unduh dan dengarkan gratis download disini. Saya juga masih ada beberapa file rekaman pengajian dan nadhoman di PonPes Giren, tapi belum sempat untuk upload. Insyaallah akan saya unggah dan share di blog ini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *