Pandangan Masyarakat Awam Yang Agamanya Ala Kadarnya Tentang Pondok Pesantren
29 Apr / 2017

Pandangan Masyarakat Awam Yang Agamanya Ala Kadarnya Tentang Pondok Pesantren

Setiap orang punya cara yang berbeda, mulai dari menyikapi masalah kecil sampai menyikapi masalah yang cukup besar. Permasalahan yang sedang kompleks disekitar kita yaitu mengenai pandangan masyarakat terhadap ulama atau kiyai di pondok pesantren.

Contoh bae wis:

loading...

Tiap kiyai, punya cara yang berbeda-beda dalam menangani santrinya. Juga berbeda-beda dalam memandang kekayaan.

Ada yang ngomong gini :

Kiyai kok ngajarin santrinya merokok? Mencontohkan merokok ke santri.

Mas bro, mana ada orang ngajarin merokok.??

Dimulai dari diajarin cara membuka bungkus rokok, mengambil rokok, memegang rokok, cara nyuled korek, cara nyedot rokok, cara niup asep… Bahkan karena itu sedang di ajarin, rokoknya di pegangin sama yang ngajarin.? Itu ga ada mas bro…

loading...

Tidak sedikit juga lho pondok pesantren yang melarang santrinya merokok, meskipun pak kiyai sendiri merokok. Tapi pasti kiyai tersebut menyampaikan nasihat-nasihat biar bisa dipahami si santri, tinggal terserah mau merokok atau tidak itu urusan si santri.

Saya dulu ketika nyantri, sampai sekarang saya Bang Roy Han TIDAK MEROKOK… itu ya pilihan saya, padahal ya temen-temen saya juga merokok.

Kalau bagi santri A, merokok itu bisa sebagai penyemangat untuk ngaji dan memahami kitab kuning ya maka terserah si santri A itu.

OK, jadi clear lah ya tentang santri merokok.

Terus, pandangan kiyai mengenai kekayaan itu juga berbeda-beda.

Ada “ndalem” kiyai yang megah seperti istana, mobilnya 2, usahanya banyak.

Yaa itu wajar manusia, untuk bisa membangun dan menjalankan pondok juga kan tidak cukup dengan uang 25juta doang bro… Butuh dana besar…

Ada juga kiyai yang “ndalem” nya sederhana atau bisa dibilang tidak bagus, yaa itu lumrah juga mas bro karena balik ke pernyataan sebelum ini bahwa untuk menjalankan pondok itu butuh dana yang cukup besar. Bisa jadi pak kiyai rela semua hartanya untuk “ngopeni bocah ben pinter ngaji

Untuk bisa mengembangkan pondok pesantren itu tidak cukup 1-2 bulan, tapi butuh tahunan agar bisa membenahi sedikit demi sedikit sistem pembelajaran dan untuk pembangunan pondok. Tidak seperti bisnis ternak ayam lehor yang sudah bisa dipanen 40-60 hari saja.

Banyak yang tidak diketahui orang luar, bahwa para kiyai itu bisa menjadi serba salah.

Misalkan pak kiyai sedang tidak punya apa-apa di “ndalem” nya kemudian ada tamu datang, karena memang sedang tidak ada apa-apa maka hanya disuguhi aqua gelas, bahkan bukan aqua lagi tapi merek lokal yang harganya jauh lebih murah.

Setelah si tamu pulang apa yang terjadi, di perjalanan tamu itu mengatakan “dih kiyai pelit nemen, ana tamu mung di wein banyu putih gelas. Kaya ngisi aki nganggone banyu putih. Padahal kan sumbangan akeh, kiyaine ya due duit akeh lah mestine

Padahal si tamu tersebut tidak tau apa yang terjadi, bisa dengan pedenya mengatakan seperti itu. Lebih PARAH lagi, Update Status Facebook dengan mencibir sebelah mata. Innalillahi…

Disisi lain, ketika ada tamu mendatangi kiyai yang kaya dan “ndalem” seperti istana. Si tamu disuguhi aneka macam makanan dan minuman enak, ketika pulang apa yang dikatakan?

Kiyai koh sugih nemen, ora ngopeni santri kae arane tapi nduitna santri kon mbayar syahriah nggo nyugihna dewek. Kiyai kaya kuwe ya ora lillahi ta’ala

Innalillahi, sugih salah mlarat ya salah.

Maka dari itu, jika kamu mengatakan kepada kiyai “Yang dibutuhkan bukti pak kyai, jangan cuma omongan” begitu katanya.

Lho, adanya santri itu apa kurang bukti? adanya pondok pesantren itu apa kurang bukti? adanya belajar mengajar itu apa kurang bukti?

Untuk itu, tolonglah mas bro mbak bro… Jangan pandang sebelah mata orang orang disekitar kita, belum tentu yang kamu padang buruk itu buruk.

Jangan juga menyanjung sesuatu terlalu tinggi, karena bisa saja sesuatu yang kamu anggap itu benar ternyata SALAH dihadapan Allah.

Jangan juga menghina sesuatu terlalu rendah, karena bisa saja sesuatu yang kamu anggap itu salah ternyata BENAR dihadapan Allah.

Semoga tulisan saya ini bisa memberikan sedikit inspirasi dan membuka pandangan anda, agar jangan hanya memandang sebelah mata.

Bagi yang ingin mengetahui informasi seputar pondok pesantren di kabupaten tegal, silahkan kunjungi dan like fanspage RMI NU Kab Tegal.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *